Niat sebelum membaca: Dalam hati, niatkan: "Pahalanya untuk ruh [nama almarhum/almarhumah]." Dalam tradisi NU, menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur'an kepada orang yang wafat adalah sah dan sangat dianjurkan.
Surah pertama Al-Qur'an, disebut Ummul Kitab (induk segala kitab). Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai surah yang tidak ada tandingannya — baik di Taurat, Injil, Zabur, maupun Al-Qur'an sendiri. Bacalah dengan tenang dan penuh penghayatan.
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa membaca Al-Ikhlas satu kali setara dengan membaca sepertiga Al-Qur'an dalam hal pahalanya. Tiga kali bacaan adalah hadiah yang sangat besar bagi ruh orang yang kita cintai. Bacalah surah ini tiga kali berturut-turut.
Ulangi seluruh surah ini sebanyak 3 kali sebelum melanjutkan ke Al-Falaq.
Surah perlindungan dari segala keburukan yang ada di alam ini. Dibaca di sisi makam sebagai tameng perlindungan ilahi — bagi peziarah dan bagi jiwa yang beristirahat di sana.
Surah terakhir dalam Al-Qur'an. Al-Falaq dan An-Nas bersama disebut Al-Mu'awwidzatain — dua surah perlindungan. Keduanya memohon perlindungan Allah sebagai Tuhan, Raja, dan Sesembahan seluruh manusia, dari bisikan yang merasuk ke dalam dada.
Dalam urutan tahlil/ziarah NU, Al-Fatihah dibaca dua kali — mengapit tiga surah perlindungan (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas) seperti bingkai yang membuka dan menutup. Bacaan sama persis dengan Al-Fatihah pertama.