Bagian 1 dari 4 · Langkah 1–2

Masuk & Menyapa

Dari pintu gerbang pemakaman hingga tiba di sisi makam — tata cara salam dan adab pertama yang perlu diperhatikan.

Sebelum memulai: Niatkan ziarah ini lillahi ta'ala — karena Allah semata. Bejalanlah dengan tenang, jaga keheningan, dan hormati jiwa-jiwa yang beristirahat di sekitar kita.

Adab Mendekati Makam
Cara yang benar mendekati makam — tampak dari atas
QIBLAT arah kiblat makam lain makam lain NISAN KEPALA KAKI PEZIARAH PEZIARAH
Dekati dari samping — di sisi kiri atau kanan makam. Sunnah dan menjaga adab.
Jangan melangkahi makam — termasuk makam orang lain di sekitarnya.
Arah qiblat — kepala jenazah biasanya menghadap qiblat, baring miring ke kanan.
Posisi peziarah — boleh berdiri atau duduk di sisi makam, menghadap nisan.
Langkah 1 · Memasuki Pemakaman

Sebelum mencapai makam orang yang kita cintai, ucapkan salam kepada seluruh jiwa yang beristirahat di pemakaman itu. Ini adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ. Salam ini juga mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita pun akan menyusul mereka suatu saat nanti — sebuah pengingat yang melembutkan hati.

Salam dalam Bahasa Arab
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Mohon verifikasi terhadap Mushaf sebelum publikasi
Assalamu'alaikum dara qaumin mu'minin,
Salam atasmu, wahai tempat berdiamnya kaum yang beriman —
wa inna insya Allahu bikum lahiqun.
dan kami pun, insya Allah, akan menyusul kalian.
As'alullaha lana wa lakumul 'afiyah.
Aku memohon kepada Allah keselamatan dan kesejahteraan — untuk kami dan untuk kalian.

Adab berjalan: Berjalanlah dengan tenang dan hati-hati. Jangan melangkahi makam orang lain. Dekati makam yang dituju dari arah samping — bukan dari arah kepala atau kaki jenazah.

Langkah 2 · Di Sisi Makam

Para ulama NU berpegangan pada hadits yang menyatakan bahwa orang yang sudah wafat dapat merasakan kehadiran peziarah. Ini bukan takhayul, melainkan keyakinan yang berakar pada nash. Bersapaan secara langsung adalah sunnah — bicaralah dengan tulus, dalam bahasa apapun yang paling natural bagimu.

Salam dalam Bahasa Arab
السَّلَامُ عَلَيْكِ يَا [اسم] · أَنَا [اسمك] أَتَيْتُ لِزِيَارَتِكِ
Untuk almarhum laki-laki: عَلَيْكَ يَا (alaika ya)
Assalamu'alaikum, ya [nama beliau].
Keselamatan atasmu, wahai [nama almarhum/almarhumah].
Ini [nama Anda], datang berziarah.
Ini [nama Anda], datang untuk mengunjungi.

Setelah salam, boleh berbicara bebas — rasa rindu, terima kasih, kabar terbaru, atau sekedar diam bersama. Air mata tidak dilarang; Rasulullah ﷺ sendiri menangis di makam ibunda beliau. Yang dilarang hanyalah meraung atau meratap berlebihan.