Sebelum memulai: Niatkan ziarah ini lillahi ta'ala — karena Allah semata. Bejalanlah dengan tenang, jaga keheningan, dan hormati jiwa-jiwa yang beristirahat di sekitar kita.
Mama dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat — sebuah taman pemakaman yang ditata seperti taman: berbukit landai, dengan danau dan hamparan hijau, tempat setiap makam beristirahat dalam ketenangan.
Dari arah Jakarta, lokasi ditempuh melalui Tol Jakarta–Cikampek, keluar di sekitar Km 46 menuju Karawang Barat, lalu mengikuti papan penunjuk menuju gerbang utama. Petugas di gerbang dapat membantu menunjukkan arah menuju makam beliau.
Sebelum mencapai makam orang yang kita cintai, ucapkan salam kepada seluruh jiwa yang beristirahat di pemakaman itu. Ini adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ. Salam ini juga mengingatkan diri kita sendiri bahwa kita pun akan menyusul mereka suatu saat nanti — sebuah pengingat yang melembutkan hati.
Adab berjalan: Berjalanlah dengan tenang dan hati-hati. Jangan melangkahi makam orang lain. Dekati makam yang dituju dari arah samping — bukan dari arah kepala atau kaki jenazah.
Para ulama berpegangan pada hadits yang menyatakan bahwa orang yang sudah wafat dapat merasakan kehadiran peziarah. Ini bukan takhayul, melainkan keyakinan yang berakar pada nash. Bersapaan secara langsung adalah sunnah — bicaralah dengan tulus, dalam bahasa apapun yang paling natural bagimu.
Setelah salam, boleh berbicara bebas — rasa rindu, terima kasih, kabar terbaru, atau sekedar diam bersama. Air mata tidak dilarang; Rasulullah ﷺ sendiri menangis di makam ibunda beliau. Yang dilarang hanyalah meraung atau meratap berlebihan.
Cinta yang tulus tidak pernah benar-benar hilang — beliau akan selalu hidup dalam setiap kenangan dan nilai-nilai yang beliau tinggalkan.
Fandi — keponakan